Showing posts with label Wisata Religi. Show all posts
Showing posts with label Wisata Religi. Show all posts
10 Tradisi Ramadhan di Berbagai Negara
Tradisi Unik Ramadhan Di berbagai Negara - NusaPedia - Tradisi Unik Ramadhan Di berbagai Negara - Seperti yang kita tahu, bulan Ramadhan akan menjadi bulan yang paling dinantikan oleh umat muslim di seluruh dunia. Biasanya nih, akan banyak sekali hal- hal yang hanya akan muncul saat bulan Ramadhan. Seperti di Indonesia, kita akan melihat adanya pasar tumpah yang ada di pinggir-pinggir jalan yang biasanya menjual makanan, ada juga kelompok yang membagikan takjil gratis, ataupun yang membangunkan sahur. Sama sepertinya di Indonesia, penduduk muslim yang berada di negara lain pun memiliki tradisi tersendiri dalam menyambut bulan Ramadhan. Biar agan ngga penasaran, NusaPedia sudah mengumpulkan 10 tradisi Ramadhan yang terdapat di berbagai negara di dunia.
1.Arab saudi
Kita mulai dari pusatnya umat muslim dunia ya, yaitu Arab Saudi.Arab Saudi memiliki sebuah meriam Ramadhan yang digunakan sebagai tanda masuknya bulan suci Ramadhan di Makkah Al-Mukarramah. Saat sudah memasuki bulan Ramadhan, meriam ini juga akan dibunyikan sebagai tanda berbuka puasa, waktunya sahur, waktu Imsak, dan juga akan dibunyikan pada akhir masa Ramadhan sebagai tanda masuknya tanggal 1 Syawal.
Wah, kebayang nggak sih, meriahnya kalau ada suara-suara meriam gitu,?Selama Ramadhan, meriam ini akan diletakkan di salah sebuah gunung yang juga bernama Gunung Meriam. Setelah Ramadhan berlalu, meriam tersebut akan dikembalikan lagi ke Aziziyah, disimpan hingga bulan Ramadhan berikutnya tiba.Tradisi unik lain saat Ramadhan di Arab Saudi adalah digelarnya taplak meja sepanjang 12.000 meter di areal Masjidil Haram untuk berbuka bersama warga Arab Saudi. Tak kurang setengah juta riyal Arab Saudi, atau setara dengan Rp 1.2 miliar, dikeluarkan oleh kerajaan Arab Saudi dan juga para donatur tetap untuk menggelar acara berbuka bersama ini setiap harinya.Wah!
2.Jepang
Seperti yang kita tahu jika Jepang merupakan negara yang mayoritas warganya beragama Shinto dan umat Muslim menjadi minoritas. Walaupun sebagai warna minoritas, tapi kaum Muslim di negara ini menyambut Ramadhan dengan penuh kebahagiaan yaitu dengan menyusun kegiatan selama Ramadhan. Mereka juga menerbitkan jadwal puasa dan menyebarkannya ke rumah-rumah jamaahnya, restoran halal, dan juga masjid-masjid di Jepang.
3.Inggris
Tradisi Ramadhan di Inggris Raya juga hampir sama dengan Jepang,Mereka akan siap-siap untuk berbagi dengan sesama, terutama mereka yang
kurang beruntun gUmat muslim di Inggris akan bersama-sama
memberikan santunan berupa penyediaan makanan-makanan gratis untuk
berbuka bagi para tuna wisma serta berbagai kegiatan sosial lainnya.
Selain
itu, mereka juga biasanya mengadakan lomba membaca Al Quran, yang boleh
diikuti baik oleh orang dewasa hingga anak-anak. Di bulan Ramadhan,
kita akan makin sering mendengar lantunan ayat suci Al Quran dari segala
penjuru negara yang penduduknya mayoritas bukan muslim ini.
4. Rusia
Jika lama waktu berpuasa di Indonesia rata-rata 13 jam dalam satu hari, berbeda halnya dengan Rusia. Umat muslim di Rusia harus menempuh 17 jam setiap hari. Meskipun lebih lama, umat Muslim di Rusia mengisi bulan Ramadhan dengan berbagai kegiatan dan makanan khas. Lebih dari 20 juta muslim di Rusia biasa berkumpul di 8000 masjid dan menyantap khingalsh atau galnash saat adzan magrib tiba. Khingals adalah roti yang diisi dengan keju. Sedangkan Galnash adalah Roti yang terbuat dari gandum. Muslim di Rusia Selatan mempunyai minuman hasil fermentasi tapi tidak mengandung alcohol. Minuman wajib bulan Ramadhan ala Rusia ini disebut kvass.
5.India
Warga negara India memang tidak mayoritas beragama Islam, namun suasana Ramadhan tetap kental terasa di beberapa daerah. Mereka menyebut Ramadhan dengan Ramazan.Penduduk muslim India punya tradisi untuk membersihkan rumah menjelang Ramadhan. Hmmm, hampir sama ya dengan Indonesia. Acara bersih-bersih rumah ini tentu saja punya tujuan agar saat bulan Ramadhan tiba, mereka bisa beribadah dengan khidmat,Tradisi unik lain menjelang Ramadhan adalah tradisi para pria yang menghias mata mereka dengan celak, atau yang sering disebut kohl.
Selama Ramadhan, penduduk muslim India akan berbuka puasa dengan mengonsumsi minuman khusus yang terbuat dari kacang-kacangan di saat sahur,Minuman ini disebut harir. Untuk berbuka, mereka akan mengonsumsi buah-buahan, kurma ataupun jus. Tak ketinggalan ada hidangan khas yang disebut ganghui, yaitu sejenis sup yang dibuat dari terigu, beras, dan potongan-potongan daging. Menu favorit orang-orang India juga ada,yaitu bihun.
6.Mesir
Saat Ramadhan menjelang tiba, para penduduk Mesir memasang lampu fanous, yang sering disebut sebagai lentera Ramadhan, yaitu lampu gantung yang indah sekali di dinding luar rumah mereka. Karena itu, kalau di sini orang berbondong-bondong beli sirup menjelang Ramadhan, di Mesir orang akan berbelanja lampu fanous saat Ramadhan hampir tiba.
Lampu fanous ini ternyata mempunyai arti tersendiri lho, yaitu selain sebagai ungkapan kegembiraan menyambut Ramadhan, lampu ini juga merupakan simbol bulan Ramadhan itu sendiri yang merupakan sumber cahaya kehidupan kita.Setelah setahun kita selalu sibuk dengan urusan-urusan duniawi, datanglah bulan Ramadhan dengan lampu-lampunya yang bakal mengawal langkah kita menuju jalan yang lebih terang, yang dalam bahasa Al Quran disebut dengan nama “Taqwa”.
7.Austria
Untuk menentukan jatuhnya awal Ramadhan, Austria sepakat mengikuti jadwal Arab Saudi. Sebelum memasuki bulan suci, Muslim di Austria biasanya menggelar kampanye pengumpulan paket lebaran untuk keluarga miskin dan hadiah lebaran untuk anak-anak yatim piatu di Palestina.
Kampanye yang diberi nama Feeding Fasting Palestinians itu diatur oleh berbagai organisasi kemanusiaan Palestina yang ada di Austria. Bahkan, kampanyenya mendapatkan sambutan positif dari umat Muslim Austria.
8.Palestina
Di Palestina, ada iftar atar, yaitu buka puasa massal yang dihadiri oleh tak kurang dari 3.000 orang penduduk Palestina. Mereka berkumpul dan kemudian bersama-sama menikmati hidangan berbuka dengan falafel, yaitu sejenis kudapan yang terbuat dari sejenis kacang-kacangan yang disebut chickpea yang rasanya manis.Selama bulan Ramadhan pula, para penduduk menambahkan lampu-lampu di rumah dan di sepanjang jalanan kota, hingga membuat suasana begitu indah dan syahdu.
9.Yordania
Selama bulan puasa, warga muslim di Yordania biasa menghias jalan dengan berbagai lampu warna-warni. Selain itu, mereka juga mempunyai peraturan untuk makan dalam satu meja saat berbuka puasa, baik dengan orang yan dikenal atau tidak.
Untuk hidangan, masyarakat Yordania biasa mengonsumsi Mansaf dan Qatayef. Mansaf merupakan olahan daging domba dengan rempah-rempah. Sedangkan Qatayef merupakan kudapan sejenis pancake dengan kayu manis yang diisi kenari atau gula.
10.United State Of America
Budaya warga muslim di USA saat Ramadhan tidak kalah uniknya. Mereka terbiasa untuk berbuka puasa dengan dua cara. Cara pertama adalah dengan datang ke masjid untuk potluck. Potluck merupakan anjuran untuk membawa makanan bagi siapapun yang datang. Cara ke dua lebih mirip dengan makan bersama tetangga.
Entah tetangga mereka muslim atau non muslim, mereka sering berkumpul di satu rumah untuk makan besar saat waktu berbuka tiba.Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikanya. Setiap Negara mempunyai caranya masing-masing untuk menyambut bulan suci. Tidak ada yang paling benar dan tidak ada yang salah. Bersama dalam perbedaan masih menjadi hal yang paling utama.
Uniknya masjid-masjid di Indonesia bertema "oriental"
Ternyata masih ada yang belum mengetahui bahwa etnis Tionghoa yang
minoritas di Indonesia memiliki peran besar dalam penyebaran agama Islam
di Indonesia. Orang-orang Arab Handramaut, Persia, dan Gujarat memang
menyebarkan agama Islam di Indonesia, namun tidak hanya mereka, imigran
etnis Tionghoa juga menyebarkan agama Islam di Indonesia. Berikut
sejarah singkatnya.
Di masa lalu, China dan Arab telah memiliki hubungan dagang. Pedagang
yang berasal dari Arab dan China saling menjajakan hasil negaranya untuk
dijual ke negara lain melalui dua jalur perdagangan utama dunia waktu
itu jalur sutera dan jalur keramik. Jalur sutera yaitu membawa barang
dagangan melalui jalur darat. Disebut jalur sutera karena sebagian besar
barang dagangan yang diangkut melalui jalur darat adalah kain sutera.
Jalur keramik yaitu membawa barang dagangan melalui laut. Disebut dengan
jalur keramik karena memang barang-barang yang diangkut sebagian besar
berupa keramik.
Di masa lalu, China dan Arab telah memiliki hubungan dagang. Pedagang
yang berasal dari Arab dan China saling menjajakan hasil negaranya untuk
dijual ke negara lain melalui dua jalur perdagangan utama dunia waktu
itu jalur sutera dan jalur keramik. Jalur sutera yaitu membawa barang
dagangan melalui jalur darat. Disebut jalur sutera karena sebagian besar
barang dagangan yang diangkut melalui jalur darat adalah kain sutera.
Jalur keramik yaitu membawa barang dagangan melalui laut. Disebut dengan
jalur keramik karena memang barang-barang yang diangkut sebagian besar
berupa keramik.Baca : Berwisata Saat Imlek : Ini 5 Ide Unik Rayakan Imlek di Indonesia
Sekitar abad ke 15 imigran China Muslim yang sebagian besar berasal
dari Guang Dong dan Fujian, mendarat di Nusantara (Indonesia). Mereka
tinggal di Indonesia dengan mata pencaharian pedagang, pertanian, dan
pertukangan. Pada masa inilah para imigran China (Tionghoa) muslim
menyebarkan ajaran agama Islam. Beberapa daerah tujuan imigran China
(Tionghoa) muslim adalah Sambas, Lasem, Palembang, Banten, Jepara,
Tuban, Gresik, dan Surabaya.
Pada tahun 1405 sampai 1433, rombongan muhibah Laksamana Cheng Ho yang
beragama Islam beberapa kali singgah di Indonesia. Anak buah laksamana
Cheng Ho terdiri atas berbagai pemeluk agama, termasuk agama Islam. Saat
singgah di Indonesia terutama di Sumatera dan Jawa mereka juga
menyebarkan ajaran agama Islam. Jadi nampak jelas peran etnis Tionghoa
sebagai salah satu penyebar agama Islam di Indonesia.
Untuk melihat dan mengingat penyebaran agama islam oleh masyarakat tionghoa pada masa silam..ayo kita napak tilas melihat Uniknya masjid-masjid di Indonesia bertema "oriental" di indonesia
Masjid Masjid Cheng Ho Surabaya
Masjid Cheng Ho Surabaya adalah Masjid bernuansa Muslim Tionghoa yang berlokasi di Jalan Gading, Ketabang, Genteng, Surabaya atau 1.000 m utara Gedung Balaikota Surabaya. Masjid ini didirikan atas prakarsa para sespuh, penasehat, pengurus PITI,
dan pengurus Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho Indonesia Jawa Timur serta
tokoh masyarakat Tionghoa di Surabaya. Pembangunan masjid ini diawali
dengan peletakan batu pertama 15 Oktober 2001 bertepatan dengan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Sedangkan pembangunannya baru dilaksanakan 10 Maret 2002 dan baru diresmikan pada 13 Oktober 2002.
Masjid Cheng Ho, atau juga dikenal dengan nama Masjid Muhammad Cheng Ho Surabaya, ialah bangunan masjid
yang menyerupai kelenteng (rumah ibadah umat Tri Dharma). Gedung ini
terletak di areal komplek gedung serba guna PITI (Pembina Imam Tauhid
Islam) Jawa Timur Jalan Gading No.2 (Belakang Taman Makam Pahlawan
Kusuma Bangsa), Surabaya. Masjid ini didominasi warna merah, hijau, dan kuning.
Ornamennya kental nuansa Tiongkok lama. Pintu masuknya menyerupai bentuk pagoda, terdapat juga relief naga dan patung singa dari lilin dengan lafaz Allah
dalam huruf Arab di puncak pagoda. Di sisi kiri bangunan terdapat
sebuah beduk sebagai pelengkap bangunan masjid. Selain Surabaya, di Palembang juga telah ada masjid serupa dengan nama Masjid Cheng Ho Palembang atau Masjid Al Islam Muhammad Cheng Hoo Sriwijaya Palembang dan di Banyuwangi dengan nama Masjid Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi.
Masjid Lautze di Jakarta
Berdiri di antara padatnya deretan ruko Jalan Lautze, Sawah Besar, Jakarta Pusat, bangunan ini terbilang sangat eye catching. Siapa sangka, bangunan dengan dominasi warna merah dan kuning ini adalah sebuah masjid tanpa kubah.
Masjid Lautze memiliki keunikan
tersendiri. Sekilas, bangunan ini memiliki karakteristik menyerupai
klenteng. Lampion berukuran sedang menyambut mereka saat akan memasuki
masjid yang diresmikian pada 1994 tersebut.
Hiasan bergaya Tionghoa menjadi "teman"
muslim yang beribadah di sini. Memasuki bagian dalam masjid, deretan
kaligrafi Arab dan Tionghoa bersanding "akrab" di dinding.
Haji karim Oei, menjadi tokoh paling berpengaruh atas berdirinya Masjid Lautze pada 9 April 1991, dan diresmikan pada 4 Februari 1994 oleh Presiden BJ Habibie.
Haji karim Oei, menjadi tokoh paling berpengaruh atas berdirinya Masjid Lautze pada 9 April 1991, dan diresmikan pada 4 Februari 1994 oleh Presiden BJ Habibie.
Asal kata "Lautze" sendiri adalah tokoh
muslim Tionghoa yang memeluk Islam pada 1930an. Tak heran jika pada
masjid ini dititipkan harapan sebagai tempat untuk syiar Islam warga
keturunan Tionghoa.
Masjid Lautze 2 di Bandung
Kota Bandung memiliki bangunan masjid berarsitektur khas Tionghoa, yakni Masjid Lautze II Bandung. Hadirnya masjid ini memberikan kontribusi yang besar terhadap warga sekitarnya, keberadaan masjid tersebut merupakan representasi dan bukti eksistensi warga muslim Tionghoa di kota Bandung.
Pada awalnya mesjid ini didirikan seorang mualaf Tionghoa bernama Oei Tjeng Hien atau biasa dikenal dengan nama Haji Karim Oei mendirikan Lautze sebagai wadah informasi bagi etnis Tionghoa. Yayasan Karim Oei-lah mendirikan Masjid Lautze di daerah Pecinan Jakarta pada 1991. Sadar penyebaran informasi tak hanya bisa di satu tempat, dia pun mendirikan di kota lainnya yang tak lain adalah Bandung pada tahun 1997.
Masjid ini sempat mengalami renovasi hasil tangan arsitek Institut Teknologi Bandung. Hasilnya yang sangat menarik dengan didominasi warna merah yang terdapat pada interior dan eksterior pada masjid yang kemudian dipadukan dengan beberapa ornamen seperti lampu, tangga, dan partisi yang diukir ala ornamen-ornamen Cina. Uniknya lagi masjid ini seperti sebuah bangunan toko berukuran 7 x 6 meter yang bergambar kubah layaknya masjid dengan tembok yang hampir seluruhnya berwarna merah. Itulah Masjid Lautze II Bandung, sebuah masjid yang dibangun pada 1997.
Mungkin jika kamu lihat masjid ini cenderung tertutup karena situasinya yang berada di pinggir jalan utama. Jangan salah hal ini dilakukan untuk menghindari kebisingan dan debu yang mudah masuk, jadi pintunya ditutup. Tapi jangan salah pikir ya! Ketika kamu masuk orang-orang yang berada disana sangat welcome kok!
Masjid Jami' Tan Kok Liong mulai dibangun pada 2005 dengan dana 2 Milyar Rupiah Ide awalnya muncul dalam kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Cina tahun 2004. Dalam kunjungan tersebut, Presiden Yudhoyono berusaha meyakinkan pengusaha Cina supaya bersedia menanamkan modalnya di Indonesia. Anton Medan, yang hanya melihat acara tersebut di televisi, tergerak untuk menunjukkan kepada pengusaha Cina bahwa komunitas Tionghoa di Indonesia diakui dan dilindungi pemerintah.
Bermodal keuntungan usaha percetakan dan sablon bagi peserta Pemilu 2004, Anton mulai mendesain bentuk masjid bergaya klenteng. Dia mendesain sendiri tanpa jasa arsitek atau desainer interior. Untuk mewujudkannya, Anton berburu VCD bentuk-bentuk istana di Cina ke Pluit. Dari berbagai bentuk itu akhirnya terpilih tiga istana: Istana Dinasti Ching, Ming, dan Han. Pilihan jatuh pada istana Dinasti Ching, yang mendekati kemiripan dengan desain masjid di Indonesia
Rancang bangun masjid Jami’ Tan Kok Liong ini di buat sendiri oleh pembangun dan pemiliknya, Anton Medan. Bangunan berlantai tiga berukuran 16 x 20m ini memang lebih menyerupai kelenteng dibandingkan sebuah masjid. Bangunan yang menjulang tinggi itu didominasi warna merah menyala. Ornamen naga menghiasi semua sudut atapnya yang berjenjang tiga. Lantai dasarnya digunakan untuk kantor pesantren, lantai satu dan dua untuk shalat. Kubah masjidnya berukuran kecil berada di atap depan lantai dasar. Berbeda dengan masjid pada umumnya yang berkubah besar dan berada di puncak atap utama.
MASJID KH. M. BEDJO DARMOLEKSONO adalah masjid yang
cukup besar dengan kombinasi warna hijau dan merah, seperti
bangunan-bangunan Tiongkok yang terletak persis di depan RS UMM. Ini
juga merupakan salah satu fasilitas bangunan yang dimiliki Universitas
Muhammadiyah Malang. Bangunan masjid bertingkat yang besar, menarik, dan
dengan dilengkapi fasilitas berupa kamar mandi dan area parkir yang
luas ini sangat nyaman sekali dan sejuk untuk menjalankan aktivitas
keagamaan di sana.
Masjid bernuansa Tiongkok yang satu ini benar benar istimewa, karena dibangun bukan oleh komunitas Muslim Tionghoa Indonesia tapi justru dibangun oleh Universitas Muhammadiyah Malang. Ketika Universitas Muhammadiyah Malang berencana membangun sebuah Rumah Sakit lengkap dengan fasilitas Masjid, Rektorat UMM memutuskan untuk memprioritaskan pembangunan masjid agar segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, dan setelah beberapa kali berganti design ahirnya diputuskan untuk membangun sebuah masjid dengan arsitektur Tiongkok.
Rektor UMM Dr. Muhadjir Effendy, MAP memberi nama masjid itu dengan nama Masjid KH M. Bedjo Darmoleksono, Nama seorang tokoh pelopor Muhammadiyah di Malang. Pada saat artikel ini dibuat masjid ini belum genap berumur sebulan dan Lantai satu masjid ini sementara waktu masih digunakan sebagai kantor Pengelola Rumah Sakit.
Mungkin jika kamu lihat masjid ini cenderung tertutup karena situasinya yang berada di pinggir jalan utama. Jangan salah hal ini dilakukan untuk menghindari kebisingan dan debu yang mudah masuk, jadi pintunya ditutup. Tapi jangan salah pikir ya! Ketika kamu masuk orang-orang yang berada disana sangat welcome kok!
Masjid Jami' Tan Kok Liong bogor
Masjid Jami' Tan Kok Liong mulai dibangun pada 2005 dengan dana 2 Milyar Rupiah Ide awalnya muncul dalam kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Cina tahun 2004. Dalam kunjungan tersebut, Presiden Yudhoyono berusaha meyakinkan pengusaha Cina supaya bersedia menanamkan modalnya di Indonesia. Anton Medan, yang hanya melihat acara tersebut di televisi, tergerak untuk menunjukkan kepada pengusaha Cina bahwa komunitas Tionghoa di Indonesia diakui dan dilindungi pemerintah.Bermodal keuntungan usaha percetakan dan sablon bagi peserta Pemilu 2004, Anton mulai mendesain bentuk masjid bergaya klenteng. Dia mendesain sendiri tanpa jasa arsitek atau desainer interior. Untuk mewujudkannya, Anton berburu VCD bentuk-bentuk istana di Cina ke Pluit. Dari berbagai bentuk itu akhirnya terpilih tiga istana: Istana Dinasti Ching, Ming, dan Han. Pilihan jatuh pada istana Dinasti Ching, yang mendekati kemiripan dengan desain masjid di Indonesia
Rancang bangun masjid Jami’ Tan Kok Liong ini di buat sendiri oleh pembangun dan pemiliknya, Anton Medan. Bangunan berlantai tiga berukuran 16 x 20m ini memang lebih menyerupai kelenteng dibandingkan sebuah masjid. Bangunan yang menjulang tinggi itu didominasi warna merah menyala. Ornamen naga menghiasi semua sudut atapnya yang berjenjang tiga. Lantai dasarnya digunakan untuk kantor pesantren, lantai satu dan dua untuk shalat. Kubah masjidnya berukuran kecil berada di atap depan lantai dasar. Berbeda dengan masjid pada umumnya yang berkubah besar dan berada di puncak atap utama.
Masjid KHM Bedjo Darmoleksono
MASJID KH. M. BEDJO DARMOLEKSONO adalah masjid yang
cukup besar dengan kombinasi warna hijau dan merah, seperti
bangunan-bangunan Tiongkok yang terletak persis di depan RS UMM. Ini
juga merupakan salah satu fasilitas bangunan yang dimiliki Universitas
Muhammadiyah Malang. Bangunan masjid bertingkat yang besar, menarik, dan
dengan dilengkapi fasilitas berupa kamar mandi dan area parkir yang
luas ini sangat nyaman sekali dan sejuk untuk menjalankan aktivitas
keagamaan di sana.
Masjid bernuansa Tiongkok yang satu ini benar benar istimewa, karena dibangun bukan oleh komunitas Muslim Tionghoa Indonesia tapi justru dibangun oleh Universitas Muhammadiyah Malang. Ketika Universitas Muhammadiyah Malang berencana membangun sebuah Rumah Sakit lengkap dengan fasilitas Masjid, Rektorat UMM memutuskan untuk memprioritaskan pembangunan masjid agar segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, dan setelah beberapa kali berganti design ahirnya diputuskan untuk membangun sebuah masjid dengan arsitektur Tiongkok.
Rektor UMM Dr. Muhadjir Effendy, MAP memberi nama masjid itu dengan nama Masjid KH M. Bedjo Darmoleksono, Nama seorang tokoh pelopor Muhammadiyah di Malang. Pada saat artikel ini dibuat masjid ini belum genap berumur sebulan dan Lantai satu masjid ini sementara waktu masih digunakan sebagai kantor Pengelola Rumah Sakit.
Dipilihnya arsitektur Tiongkok dengan tiga lapis atap masjid, menandakan bahwa UMM bersifat terbuka, plural dan bisa belajar dari mana saja, termasuk ke negeri China. Tiga lapis atap yang mirip masjid Muhammad Cheng Ho Pasuruan itu, menandakan kekuatan Iman, Islam dan Ihsan.Masjid Kyai Bedjo memiliki struktur bangunan yang khas. Gaya arsitekturnya meniru gaya Tionghoa, yang mengingatkan kita pada bentuk bangunan masjid Muhammad Cheng Ho di Pasuruan. Filosofi yang hendak dibangun dari bentuk bangunan itu, diambil dari anjuran Islam untuk mencari ilmu hingga ke negeri Cina. Dengan demikian, siapapun yang melihat dan berkunjung di masjid itu diharapkan bisa terinspirasi hadis nabi ‘tuntutan ilmu sampai ke Cina.
Al Imtizaj adalah masjid dengan arsitek
budaya tionghoa sehingga dapat disebut Kelenteng Berkubah karena dalam
bangunan gapura yang berbentuk kelenteng tetapi di atasnya dibuat kubah
yang biasanya menjadi lambang atau icon dari bangunan-bangunan masjid di
Indonesia pada umumnya. Setelah melewati gapura yang indah, pengunjung
akan langsung menemukan pintu mesjid dengan menuruni anak tangga
terlebih dahulu.
Kesejukan akan sangat terasa setelah berada didalam mesjid dan wangi cat kayu pun masih terasa karena bangunan lebih didominasi oleh bahan kayu, “maklumlah, kan mesjid ini masih baru jadi bau cat nya pun masih tercium” ujar irwan sembari tersenyum. Dua tiang besar berwarna merah, seakan menambah kesan kekokohan bangunan china di jaman dulu. Masjid Al-Imtizaj dibangun dimaksudkan untuk memperkaya seni masjid dengan budaya tiongkok dalam meningkatkan khasanah pembauran etnis tionghoa Islam dengan umat Islam lainnya. “Mesjid ini sangat terbuka untuk siapa saja, mau pribumi ataupun tionghoa kita sama muslim siapa saja bisa beribadah di mesjid ini” tandasnya.
Awal sejarah pembangunan masjid ini berawal dari keinginan Bapak HR.
Nuriana (mantan gubernur jawa barat ) untuk membangun suatu Masjid bagi
kaum saudara baru (muallaf) khususnya bagi saudara etnis tionghoa,
karena perhatian serta pelayanan bagi saudara muda tersebut dirasa masih
kurang. Rencana ini telah lama hingga beliau (HR. Nuriana) mencari
tempat-tempat yang layak untuk dibangunkan sebuah masjid dengan budaya
tionghoa tersebut. Dan setelah ditemukan gedung yang cocok untuk di
bangun masjid, dilaksanakanlah Pertemuan dan survey awal dan itu
dilakukan sampai beberapa kali hingga disepakati suatu tempat bekas
generator listrik. Mulailah survey oleh team arsitek/teknis untuk
memastikan kelayakan serta draft desain dari masjid yang akan dibagun.
Masjid Al Imtizaj Bandung
Al Imtizaj adalah masjid dengan arsitek
budaya tionghoa sehingga dapat disebut Kelenteng Berkubah karena dalam
bangunan gapura yang berbentuk kelenteng tetapi di atasnya dibuat kubah
yang biasanya menjadi lambang atau icon dari bangunan-bangunan masjid di
Indonesia pada umumnya. Setelah melewati gapura yang indah, pengunjung
akan langsung menemukan pintu mesjid dengan menuruni anak tangga
terlebih dahulu.Kesejukan akan sangat terasa setelah berada didalam mesjid dan wangi cat kayu pun masih terasa karena bangunan lebih didominasi oleh bahan kayu, “maklumlah, kan mesjid ini masih baru jadi bau cat nya pun masih tercium” ujar irwan sembari tersenyum. Dua tiang besar berwarna merah, seakan menambah kesan kekokohan bangunan china di jaman dulu. Masjid Al-Imtizaj dibangun dimaksudkan untuk memperkaya seni masjid dengan budaya tiongkok dalam meningkatkan khasanah pembauran etnis tionghoa Islam dengan umat Islam lainnya. “Mesjid ini sangat terbuka untuk siapa saja, mau pribumi ataupun tionghoa kita sama muslim siapa saja bisa beribadah di mesjid ini” tandasnya.
Tim arsitek tersebut dikomandani oleh Ir. Danny Swardhani MBA, yang
merupakan arsitek dari banyak masjid termasuk Masjid Atta’awun Puncak
Bogor yang merupakan salah satu Monumen Kebersamaan Masyarakat Jawa
Barat. Dalam waktu yang cukup singkat, awal bulan puasa 1429 H draft
desain masjid oleh tim Bapak Ir. Danny Swardhani, MBA telah selesai
dengan thema masjid kelenteng berkubah. Setelah pembangunan selesai lalu
masjid tersebut diresmikan pada hari jumat (6/8) oleh Bapak HR.Nuriana
dengan nama Masjid AL Imtizaj.
Upacara Metulak : Menelisik Prosesi Pengusiran Roh Jahat Dalam Suku Sasak
Upacara Metulak - TravelEsia - Upacara Metulak - Suku Sasak merupakan suku asli di Pulau Lombok yang hidup sejak ratusan tahun silam. Kehidupan suku Sasak sarat dengan nilai adat istiadat beserta upacara-upacaranya. salah satu upacara adat yang masih dipraktekkan oleh suku Sasak adalah Upacara Metulak. Meskipun kini prosesi Upacara Metulak tidak dilakukan secara utuh, namun Upacara Metulak ini masih sering digelar, khususnya oleh penduduk pedesaan.
Upacara Metulak
dari awalan “me” dan kata “tulak”. Awalan “me” biasa digunakan orang Sasak untuk kata apapun, sedangkan kata “tulak” bermakna kembali, sehingga arti dari kata metulak adalah mengembalikan. Orang Sasak sering menyebut Upacara Metulak sebagai upacara tolak bala, untuk menolak hama, penyakit, atau gangguan roh jahat. Belum ada sumber yang menyebutkan kapan pertama kali Upacara Metulak digelar.
Namun, berdasarkan tradisi lisan, Upacara Metulak pertama kali digelar oleh leluhur Sasak yang tinggal di desa Pujut, Lombok Tengah Pelaksanaan Upacara Metulak diistilahkan dengan besentulak. Semula upacara ini adalah tradisi leluhur praIslam, namun dalam perkembangan kemudian pengaruh Islam mulai masuk. Berdasarkan pengaruh Islam tersebut, maka kini pelaksanaan besentulak umumnya diisi pembacaan barzanji, yaitu syair-syair yang berisi pujian kepada Nabi Muhammad SAW, bukan mantra-mantra seperti zaman dulu. Meskipun demikian, ritual leluhur praIslam tersebut masih tampak dari syarat-syarat dan makna simbol yang mengiringi pelaksanaan besentulak.
Waktu dan Pelaksanaan
Waktu pelaksanaan metulak disesuaikan dengan tujuannya. Metulak lazim digelar dua hari dua malam. Jika metulak digelar untuk menolak penyakit (wabah) di desa, maka umumnya digelar empat tahun sekali. Namun, ada pula yang menyebutkan jika metulak digelar setiap satu atau enam tahun sekali. Setidaknya terdapat enam peristiwa dalam hidup orang Sasak yang diiringi dengan prosesi metulak, yaitu:
1. Saat seseorang atau anggota keluarga tertimpa sakit
2. Saat pendirian dan penempatan rumah baru
3. Saat potong rambut bayi
4. Menjelang keberangkatan haji
5. Saat wabah penyakit cacar (ngayah) menyerang
6. Saat padi mulai berisi Seluruh Upacara Metulak di atas digelar di rumah orang yang mempunyai hajat, kecuali untuk menolak wabah cacar, metulak digelar di rumah adat desa.
Pemimpin dan Peserta Upacara
Pada mulanya, Upacara Metulak dipimpin oleh kepala desa (datu). Ia akan dibantu oleh penowaq (orang yang dituakan), keliang (pembantu kepala desa), kyai, petabah (kelompok pembaca lontar), belian (dukun), dan pemangku. Namun sekarang, metulak dipimpin oleh seorang ustadz atau ulama. Masing-masing pelaku metulak memiliki tugas dan kewajiban tersendiri.
Penowaq bertugas mengundang roh leluhur dan Dewi Anjani (pemimpin jin di Gunung Rinjani). Penowaq umumnya dibantu oleh perempuan-perempuan tua yang tidak haid lagi (menopause) dan nyai (istri kyai). Keliang bertugas membantu kepala desa.
Sedangkan kyai bertugas memimpin doa. Upacara Metulak dihadiri oleh anggota keluarga, kerabat, dan warga desa. Saat menghadiri upacara, warga biasanya akan membawa botol kosong dan uang sholawat minimal sembilan kepeng (kepeng merupakan mata uang yang hanya dipergunakan sebagai syarat sebuah ritual, bukan alat tukar sebagaimana mata uang pada umumnya). Botol itu nantinya akan diisi air yang telah didoakan oleh belian. Air tersebut akan diminumkan kepada anggota keluarga yang sakit dan berfungsi sebagai obat serta tolak bala.
Peralatan dan Bahan yang Dibutuhkan
Berikut ini adalah peralatan dan bahan yang diperlukan dalam Upacara Metulak, antara lain:
- Dupa, dula merah atau kemenyan
- Dulang berisi satu piring bubur putih,
- bubur merah, dan ketan yang digoreng sangan (moto seong)
- Bokor dari kuningan, di dalamnya berisi sembilan buah gulungan sirih dengan kapurnya yang diikat dengan benang putih,
- sembilan batang rokok yang diikat benang putih, benang lima warna (putih, hitam, kuning, merah, dan ungu), dan ampas bekas kunyahan sirih (sembek) Tempayan berisi air dan daun beringin Pucuk enau sebagai rambu-rambu (saweq).
Bahan-bahan tersebut ditata berjajar dari utara ke selatan secara berurutan, mulai dari pucuk enau, tempayan, bokor, dulang, dan dupa. Pucuk enau ditancapkan di tanah.
Prosesi Pelaksanaan
PERSIAPAN Persiapan dikerjakan pada hari pertama rangkaian Upacara Metulak. Hal-hal yang dilakukan dalam tahap persiapan antara lain:
- Musyawarah yang dilakukan pada hari pertama (jelo alit). Musyawarah diadakan di rumah kepala desa atau salah satu pemuka masyarakat yang dihadiri oleh para pemuka masyarakat, kepala desa, pemangku adat, dan kiai. Musyawarah bertujuan untuk memutuskan beberapa hal penting, seperti tempat upacara, waktu, dan proses penyelenggaraan upacara.
- Pembuatan saweq di setiap rumah tangga
- Mendirikan terop dari bambu dan anyaman daun kelapa (kelansah)
- Membuat das, yaitu pondok kecil dari kayu beratap ilalang tanpa dinding, sedangkan lantai terbuat dari bilah bambu yang dianyam dengan ijuk atau rotan.
- Mendirikan tempayan yang ditutup kelambu dan diberi langit-langit
- Penjemputan tombak (mereka menyebutnya tombak Jogja). Tombak dijemput oleh dua orang berpakaian adat
- Menyiapkan lima panginang, yaitu penginang selao, tulis, tombak, rowah, dan sembeq.
- Pembacaan lontar hikayat Nabi Yusuf
- Memasak gulai ayam
- Menggelar tarung peresean Mencari beragam jenis tumbuhan sebagai hiasan tempayan, seperti tumbuhan nagasari, tandan uwar, atau injan bote. Tumbuhan tersebut tidak mudah ditemukan. Oleh karena itu, tumbuhan terkadang dicari hingga harus masuk hutan atau ke desa lain.
Pelaksanaan
Upacara adat metulak dimulai setelah semua persiapan telah selesai (biasanya selesai menjelang Sholat Isya). Acara pertama adalah pembacaan barzanji atau disebut syarakalan oleh orang Lombok. Pembacaan barzanji dilakukan bergantian oleh setiap jamaah dipimpin oleh kyai dan pemangku.
Prosesi ini memerlukan waktu yang lama karena jumlah syair yang dibacakan dalam barzanji mencapai ratusan, Selama pembacaan barzanji berlangsung, berbagai makanan tradisional Lombok terus disuguhkan. Orang Sasak menyebut penyuguhan makanan ini dengan istilah metun menaek (menurunkan dan menaikkan).
Makanan yang disuguhkan mengandung simbol tertentu, misalnya, tape (poteng) merupakan simbol daging manusia, tebu simbol tulang, sumping simbol sum-sum, jongkong simbol isi dalam tubuh, tombek simbol isi dalam tubuh, ketupat dan tekel simbol pria dan wanita, dan rowut simbol kehidupan Seusai pembacaan barzanji dilanjutkan pembacaan kisah (cakepan) Nabi Yusuf yang masih tertulis dalam lontar. Pembacaan dilakukan oleh petabah (kelompok pembaca).
Petabah terdiri dari kyai, pemangku, dan beberapa orang jamaah. Lazimnya, kyai yang membaca lalu pemangku menerjemahkannya, namun terkadang juga sebaliknya. Dalam bahasa Sasak, penerjemah lontar disebut pembayun. Acara ini berlangsung hingga pertengahan malam, bahkan subuh. Pembacaan dilakukan dengan alat penerangan tradisional, yakni lampu biji jarak atau minyak kelapa.
Alat kelengkapan lainya adalah penginang tulis, air bunga, dan serabi. Semua peralatan tersebut diletakkan di dekat lontar. Pada saat pembacaan mencapai sembilan bait (timpak), bacaan dihentikan sejenak untuk diselingi membuka serabi. Serabi dibuka oleh kyai atau pemangku, dicampur santan, digarami, lalu dicicipi sebanyak tiga kali oleh kyai atau pemangku.
Pada tiap akhir bait ketika bercerita tentang Nabi Yusuf dimasukkan ke sumur oleh saudaranya, lontar dibasuh dengan air. Air tersebut nantinya akan dibagikan kepada petani untuk ditebarkan ke sawah sebagai penolak bala. Setelah itu, serabi ditutup dan didoakan, lalu dilanjutkan membaca cakepan lagi.
Setelah cakepan, prosesi selanjutnya adalah pembacaan doa rowah yang dipimpin oleh kyai. Seusai berdoa, semua hadirin makan bersama. Sebelum mulai makan bersama, di depan kyai diatur alat-alat seperti dolang, panginag rowah, bunga celupan lampu biji jarak, dan kemenyan.
Penutup
Acara terakhir dari metulak adalah doa yang dipimpin oleh kyai. Doa yang dibaca antara lain adalah doa kubur dan doa selamat. Selain kedua doa tersebut, kyai juga memimpin untuk membaca Surat Al Ikhlas sebanyak tiga kali, Al Fatihah, dan bagian awal surat Al Baqarah.
Dalam prosesi ini, para jamaah juga melantunkan dzikir dengan mengucap la ilaha illallah sebanyak seratus kali. Usai berdoa dan makan, pemangku mencampurkan air selao dengan air bunga celupan lampu jarak. Air lalu dibagikan kepada petani yang membutuhkan.
Setelah mendapat air, para petani akan langsung ke sawah untuk menyiramkan air tersebut ke sawah mereka. Sebagian mereka siramkan ke sekitar rumah, kandang, dan lingkungan mereka. Mereka berharap air itu dapat menolak segala penyakit yang datang. Pembagian air menandai selesainya Upacara Metulak. Pada keesokan hari diadakan permainan peresean, yakni adu pukul antara dua orang menggunakan sebilah rotan.
Masing-masing dibekali tameng dari kulit kambing atau rajutan rotan. Peresean pada awalnya merupakan permainan semata, namun pada perkembangan kemudian bergeser menjadi ajang uji keberanian dan kekuatan jimat (bebadong). Peresean berlangsung hingga dari pagi hingga sore hari.
Pantangan
Penyelenggaran upacara ini harus sesuai tradisi, oleh karena itu, beberapa pantangan adat harus dipenuhi. Pantangan-pantangan tersebut antara lain:
• Para perempuan pembantu pemangku harus seorang yang sudah tidak haid (menopause)
• Kaum lelaki harus bersih jasmani dan rohaninya
• Pada malam upacara, orang-orang yang terlibat dalam upacara dilarang melakukan hubungan badan
• Upacara tidak boleh digelar sebelum bulan ke sepuluh. Upacara diadakan setelah penangkapan nyale (cacing). Pada zaman dahulu ditandai ketika padi mulai merunduk
• Hari upacara adalah Rabu dan Sabtu
Makna Yang Terkandung Dalam Upacara Matulak
Upacara adat metulak memiliki nilai-nilai yang penting bagi orang Sasak, antara lain: Nilai kebersamaan. Nilai ini tercermin dalam proses persiapan upacara yang dilakukan oleh warga desa.
- Rasa kebersamaan sebagai satu keluarga besar yang saling membutuhkan dalam kehidupan sosial seakan lebur dalam prosesi ini.
- Nilai ketaatan pada agama dan adat. Upacara Metulak merupakan perintah adat sekaligus terpengaruh oleh tradisi dalam agama Islam, misalnya dalam prosesi khitan dan memotong rambut bayi.
- Upacara ini mencerminkan bahwa masyarakat Sasak adalah pemeluk agama Islam dan penjaga adat yang taat Nilai simbol. Nilai ini tercermin dari simbol atau makna dari syarat-syarat Upacara Metulak. Misalnya, tape (poteng) merupakan simbol daging manusia, tebu simbol tulang, sumping simbol sum-sum, jongkong simbol isi dalam tubuh, tombek simbol isi dalam tubuh, ketupat dan tekel simbol pria dan wanita, dan rowut simbol kehidupan.
- Nilai melestarikan tradisi. Nilai ini tercermin dari pelaksanaan upacara itu sendiri. Upacara adat metulak merupakan tradisi leluhur Sasak. Oleh karena itu, pelaksanaan Upacara Metulak ini merupakan upaya mereka untuk melestarikan tradisi leluhur.
10 Masjid Terindah Di Indonesia
Masjid Terindah Di Indonesia - NusaPedia - Masjid Terindah Di Indonesia - Sahabat NusaPedia Magazine Di Rubrik #Uniknya Indonesia Kali Ini NusaPedia Akan membahas mengenai 10 Masjid Terindah Di Indonesia Versi NusaPedia.10 Masjid Terindah Di Indonesia Ini Di rangkum dengan tujuan menambah khasanah ilmu pengetahuan Sahabat NusaPedia semua mengenai keindahan dan keunikan yang terdapat Di Negeri Tercinta Indonesia
Masjid Terindah Di Indonesia
Versi NusaPedia ini Pilih Secara Acak berdasarkan keindahan dan komposisi bangunan.Ada ribuan masjid di Indonesia di berbagai Kabupaten/Kota atau propinsi dari Sabang (di Aceh) sampai Merauke (di Papua). Banyak Masjid memiliki rancangan arsitektur yang unik, seringkali merefleksikan perpaduan budaya antara Hindu-Islam, China-Java-Islam, Minang-Islam, Makassar-Islam dan lain sebagainya. Hal ini karena budaya Indonesia telah dipengaruhi oleh berbagai budaya asing lain dari India, China, Arab, dan budaya etnik asli itu sendiri.
Sebagai negara dengan penduduk mayoritas beragama muslim, Indonesia mempunyai banyak masjid dengan bangunan yang indah dan megah Masjid merupakan tempat suci yang tidak asing lagi kedudukannya bagi umat Islam. Masjid selain sebagai pusat ibadah umat Islam, ia pun sebagai lambang kebesaran syiar dakwah Islam.
Hampir tidak dijumpai lagi suatu daerah yang mayoritasnya kaum muslimin kosong dari masjid. Bahkan terlihat renovasi bangunan masjid-masjid semakin diperlebar dan diperindah serta dilengkapi dengan berbagai fasilitas, agar dapat menarik dan membuat nyaman jama’ah.
10.Masjid Istiqlal - Jakarta
Di Urutan ke 10 Dari 10 Masjid Terindah Di Indonesia Terdapat Masjid Istiqlal adalah masjid negara Republik Indonesia yang terletak di pusat ibukota Jakarta. Masjid Istiqlal merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara. Masjid Istiqlal mulai dibangun pada 24 Agustus 1951, diprakarsai oleh Presiden Indonesia ketika itu, Bung Karno. Uniknya, arsitek Masjid Istiqlal bukanlah seorang muslim, melainkan seorang Kristen Protestan bernama Frederich Silaban. Masjid ini memiliki gaya arsitektur modern dengan dinding dan lantai berlapis marmer, dihiasi ornamen geometrik dari baja antikarat.
Bangunan utama masjid dimahkotai satu kubah besar berdiameter 45 meter yang ditopang 12 tiang besar. Menara tunggal setinggi total 96,66 meter menjulang di sudut selatan selasar masjid. Lokasi kompleks masjid ini berada di bekas Taman Wilhelmina, di timur laut lapangan Medan Merdeka yang ditengahnya berdiri Monumen Nasional (Monas). Di seberang timur masjid ini berdiri Gereja Katedral Jakarta. Ini menunjukkan toleransi antar umat beragama yang tinggi.
Masjid Istiqlal. Menyebut namanya saja terasa sejuk. Apalagi jika Anda mengunjungi dan shalat di sana. Sebuah komplek masjid yang berdiri di atas lahan 12 hektare. Bangunan masjidnya sendiri seluas 7 hektare, dengan luas lantai 72.000 meter persegi, dan luas atap 21.000 meter persegi. Tidak salah jika dikatakan bahwa Istiqlal adalah masjid terbesar di Asia Tenggara.
Tidak salah pula jika Masjid Istiqlal kita sebut sebagai icon negeri ini, tak ubahnya Tugu Monas dan Jembatan Semanggi. Yang membuat Istiqlal begitu spesial, itu karena sejak digagas, direncanakan, hingga dibangun, Istiqlal begitu sarat makna dan simbol.
9. Masjid Islamic Centre - Samarinda
Di Urutan ke 9 Dari 10 Masjid Terindah Di Indonesia Terdapat Masjid Islamic Center Samarinda adalah masjid yang terletak di kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia, yang merupakan masjid termegah dan terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Masjid Istiqlal.
Bangunan masjid ini memiliki sebanyak 7 menara dimana menara utama setinggi 99 meter yang bermakna asmaul husna atau nama-nama Allah yang jumlahnya 99. Menara utama itu terdiri atas bangunan 15 lantai masing-masing lantai setinggi rata-rata 6 meter.
Sementara itu, anak tangga dari lantai dasar menuju lantai utama masjid jumlahnya sebanyak 33 anak tangga. Jumlah ini sengaja disamakan dengan sepertiga jumlah biji tasbih. Selain menara utama, bangunan ini juga memiliki 6 menara di bagian sisi masjid. Masing-masing 4 di setiap sudut masjid setinggi 70 meter dan 2 menara di bagian pintu gerbang setinggi 57 meter. Enam menara ini juga bermakna sebagai 6 rukun iman.
Tidak hanya itu,Masjid ini dilengkapi dengan area parkir yang luas dan lapang. Konon area parkir bisa menampung 591 mobil dan 800 buah sepeda motor. Di area parkir itu pula, disediakan toilet pria dan wanita untuk para jamaah. Di lantai tersebut pula terdapat Ground water Tank (GWT) sebagai penampungan air bersih untuk toilet dan tempat wudhu.
Dari area parkir bagian kanan pintu gerbang, berdiri menara utama setinggi 99 Meter dengan kubahnya yang besar. Menara utama memiliki bangunan 15 lantai. Masing-masing lantai memiliki tinggi rata-rata 6 meter. Yang menakjubkan, dinding luar menara dikelilingi lafadz Asmaul Husna yang dilapis batu granit, dengan teknik pembuatan water jet. Menaranya diilhami dari Masjid Nabawi Madinah sedangkan Kubahnya diilhami dari Masjid Haghia Sophia Istambul.
Selain menara utama, pada keempat sudut bangunan dilengkapi dengan menara yang disebut menara sudut satu, dua, tiga dan empat. Tingginya 66 meter. Bagian atas menara yang disebut makara menggunakan material kuningan ketok. Untuk mencapai lantai paling atas dari menara tersebut harus menggunakan tangga.
Sedangkan di bagian depan dari bangunan berdiri dua menara yang disebut Menara Kembar Satu dan Dua. Menara Kembar ini lebih pendek dari menara-menara yang lain. Namun kesemuanya tetap indah karena dinding luarnya selain lapis cat tekstur, juga dilapisi dinding granit juparana kuning dan juparana cokelat yang diimpor dari luar negeri.
8. MASJID Rahmatan Lil-Alamin - Indramayu
Di Urutan ke 8 Dari 10 Masjid Terindah Di Indonesia Terdapat Masjid Rahmatan Lil ’AlaminMa’had Al-Zaytun (MAZ) benar-benar merubah paradigma berpikir khalayak ramai Semua bangunan gedung di ma’had modern komprehensif ini bukan hanya bersih, megah dan gagah untuk sesaat, melainkan dibangun berdaya tahan lebih lima ratusan tahun bahkan bisa puluhan abad, setara bangunan-bangunan monumental di dunia, yang sudah mengukir sejarah pada zamannya.
Terutama bangunan Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin yang merupakan induk dari semua karya besar yang menumental di ma’had ini, yang kelak diyakini akan diukir sejarah sebagai simbol kebesaran dan kebangkitan bangsa ini. Gaya arsitekturnya pun merupakan perpaduan menyeluruh dari semua gaya arsitektur yang ada di dunia ini.
Gaya arsitektur bernilai estetika universal, yang di ma’had ini disebut sebagai gaya arsitektur rahmatan Lil ‘alamin. Pendek kata, MAZ yang semua bangunan dan kegiatannya berpusat pada Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin, dibangun sebagai sebuah kawasan pendidikan terpadu yang monumental dalam abad 21 ini. Hingga kelak, sampai berabad-abad ke depan, MAZ akan dicatat sejarah menjadi sebuah monumen fenomenal milenium ketiga.
Diyakini, kelak, bagi generasi berikutnya, monumen ini akan bernilai sejarah setara dengan bangunan-bangunan monumental dunia yang sudah tercatat dalam sejarah zamannya masing-masing. Seperti, bangunan monumental Islam kompleks Masjid Cordoba, Istana Al-Hamra dan Medinat az-Zahra di Spanyol. Juga bangunan-bangunan monumental Romawi, Mesir, Dinasti Cina klasik, kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha yang bersejarah dan mampu bertahan ratusan sampai ribuan tahun.
7. Masjid Al-Markaz Al-Islami - Makassar
Di Urutan ke 7 Dari 10 Masjid Terindah Di Indonesia Terdapat Masjid Al-Markaz Al-Islami merupakan salah satu masjid paling megah di Kota Makassar. Masjid ini didirikan pada tahun 1994 atas prakarsa Jenderal M. Jusuf. Ide pendiriannya sendiri sebenarnya sudah terlontar sejak tahun 1989 ketika Jenderal M. Jusuf menjadi pimpinan perjalanan haji.
Pembangunannya membutuhkan waktu sekitar dua tahun. Masjid ini diresmikan penggunaannya pada tahun 1996. Bangunan masjid dikonstruksi menjadi tiga lantai yang dibagi-bagi menjadi ruangan-ruangan untuk kesekretariatan, aula, perpustakaan, pendidikan, koperasi, dan kantor MUI Sulawesi Selatan.
Kemegahan masjid ini semakin lengkap dengan gaya arsitekturnya yang unik. Perpaduan antara arsitektur Arab, Gowa, dan Bugis-Makassar. Bangunannya didominasi wana hijau. Lantainya terbuat dari batu granit yang semakin menambah kesan megah ketika memasuki bangunan masjid. Lingkungan di sekitar masjid juga cukup asri dan sejuk. Di berbagai sudut masjid tumbuh pohon-pohon yang memberikan kesan hijau.
Kini masjid ini telah berkembang menjadi pusat kajian agama Islam terbesar di Indonesia Timur. Namanya pun telah berubah menjadi Masjid Al-Markaz Al-Islami Jenderal M. Jusuf. Penambahan nama Jenderal M. Jusuf sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum yang memprakarsai pembangunan masjid ini.
6.Masjid Agung - Tuban
Di Urutan ke 6 Dari 10 Masjid Terindah Di Indonesia Terdapat Masjid Agung Tuban terletak di Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Masjid Agung Tuban pertama kali dibangun pada tahun 1894, yang dahulu bernama Masjid Jami.
Masjid yang berdekatan dengan alun - alun Tuban ini memiliki konsep bangunan yang menarik. Banyak yang mengatakan bahwa masjid agung Tuban memiliki konsep bangunan ala 1001 malam. Untuk menuju ke Masjid Agung Tuban sangat mudah, karena letaknya yang berada dipusat kota Tuban.
Jika sahabat NusaPedia dari Surabaya turun dipertigaan dekat laut. Kemudian naik angkot warna kuning arah alun - alun Tuban. Disebelah barat alun - alun tuban itulah letak dari Masjid Agung Tuban. Selain itu Masjid ini juga berdekatan dengan makam sunan Bonang. Jika kita sudah berada di alun - alun Tuban, mata kita akan tertuju pada sebuah bangunan besar yang konsep bangunanya sangat unik.
Mata sahabat NusaPedia akan dimanjakan dengan warna yang sangat khas dari Masjid Agung Tuban. Dengan ornamen - ornamen yang sangat menarik serta kubah besar berwarna biru dan kuning menjadikan Masjid Agung Tuban sebagai salah satu masjid termegah di Jawa Timur. Ada tiga ruang di komplek Masjid ini. Diantaranya adalah ruang utama, serambi dan juga bangunan lainya. Jika kita memasuki area masjid kita akan melihat ornamen yang sangat unik ditambah tembok dengan ukiran - ukiran yang khas dari Masjid Agung Tuban ini.
Semua itulah yang menjadi daya tarik untuk megunjungi Masjid Agung Tuban. kita bisa menemukan banyak sekali kuliner didekat Masjid ini karenan memang letaknya yang berdekatan dengan Alun - alun. Pengalaman yang sangat mengesankan bisa menikmati kuliner Tuban sambil memandangi kegagahan Masjid Agung Tuban.
5.Masjid Agung An-Nur - Pekanbaru
Di Urutan ke 5 Dari 10 Masjid Terindah Di Indonesia Terdapat Masjid Agung An-Nur merupakan sebuah masjid yang terletak di Pekanbaru, Indonesia. Masjid Agung An-Nur ini dibangun pada tahun 1963 dan selesai pada tahun 1968. Dilihat dari sisi bangunannya, Masjid Agung An-Nur ini banyak mendapat pengaruh dari gaya arsitektur Melayu, Turki, Arab dan India.
Masjid Agung An-Nur Riau di Pekanbaru ini disebut disebut sebagai Taj Mahalnya propinsi Riau. Bila kita amati arsitektural Masjid Agung An-Nur memang memiliki beberapa kesamaan dengan Taj Mahal. Arsitektur Masjid Agung An-Nur ini dirancang oleh Ir. Roseno dengan ukuran 50 X 50 m yang terletak dalam satu pekarangan yang luasnya 400 X 200 m. Kapasitas masjid dapat menampung sekitar 4.500 orang jamaah. Bangunan Masjid Agung An-Nur terdiri dari tiga tingkat. Tingkat atas digunakan untuk sholat, dan tingkat bawah untuk kantor dan ruang pertemuan.
Masjid Agung An-Nur ini mempunyai tiga buah tangga, 1 buah tangga di bagian muka dan 2 buah tangga di bagian samping. Di bagian atas terdiri dari 13 buah pintu dan bagian bawah terdiri dari 4 buah pintu dan mempunyai kamar-kamar yang besar dan sebuah aula. Sedangkan tulisan kaligrafi yang terdapat dalam ruangan Masjid Agung An-Nur ini ditulis oleh seorang kaligrafer bernama Azhari Nur dari Jakarta yang ditulis pada tahun 1970.
Masjid Agung An-Nur juga dilengkapi oleh bermacam fasilitas seperti pendidikan mulai dari playgrup, TK, SD, SMP & SMA, perpustakaan yang lengkap dan fasiltas lain seperti aula dan ruang pertemuan, ruand kelas dan ruang ruang kantor.
Disamping itu karena tata letak dan lingkungan Masjid Agung An-Nur yang asri dan segar, banyak khalayak yang berkunjung di halaman sekitar masjid untuk berekreasi dan berolah raga. Saat ini masjid Agung An-Nur Pekanbaru menjadi masjid Provinsi Riau.
4.Masjid Agung - Semarang
Di Urutan ke 4 Dari 10 Masjid Terindah Di Indonesia Terdapat Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) adalah Masjid yang terletak di jalan Gajah Raya, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang Jawa Tengah. Masjid ini sangat megah dengan luas lahan mencapai 10 Hektar dan luas bangunan induk untuk shalat 7.669 meter persegi tersebut bargaya arsitektur perpaduan antara Jawa, Jawa Tengah dan Yunani.
Masjid Agung Jawa Tengah Semarang ini dibangun pada hari Jumat, 6 September 2002 yang ditandai dengan pemasangan tiang pancang perdana yang dilakukan Menteri Agama Ri, Prof. Dr. H. Said Agil Husen al-Munawar, KH. MA Sahal Mahfudz dan Gubernur Jawa Tengah, H. Mardiyanto, akhirnya Masjid Agung Jawa Tengah Ini diresmikan oleh Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 14 November 2006.
Meskipun baru diresmikan pada tanggal 14 Nopember 2006, namun masjid ini telah difungsikan untuk ibadah jauh sebelum tanggal tersebut. Masjid megah ini telah digunakan ibadah shalat jum’at untuk pertama kalinya pada tanggal 19 Maret 2004 dengan Khatib Drs. H. M. Chabib Thoha, MA, Kakanwil Depag Jawa Tengah.
Di kompleks Masjid Agung Jawa Tengah Semarang ini terdapat Museum Perkembangan Islam Jawa Tengah di Tower Asmaul Husna Lantai 2 dan di sisi Utara memiliki view terbaik di Kota Semarang ini di Tower Asmaul Husna Lantai 18.
Gaya bangunan Jawa terwakili dalam desain tanjung di bawah kubah utama. Sedangkan pengaruh Yunani jelas terlihat pada 25 pilar yang terletak di plaza utama. Pilar-pilar berwarna ungu yang dipadukan dengan kaligrafi itu menyerupai bangunan Coloseum di Roma. Masjid Agung Jawa Tengah juga dilengkapi dengan 6 payung hidrolik raksasa yang bisa membuka dan menutup secara otomatis. Payung raksasa ini mengadopsi arsitektur Masjid Nabawi di Madinah.
3. Masjid Al-Akbar - Surabaya
Di Urutan ke 3 Dari 10 Masjid Terindah Di Indonesia Terdapat Masjid Nasional Al Akbar atau biasa disebut Masjid Agung Surabaya ialah masjid salah satu yang terbesar di Indonesia yang berlokasi di Kota Surabaya, Jawa Timur. Posisi masjid ini berada di samping Jalan tol Surabaya-Gempol. Masjid Al-Akbar dibangun di atas lahan 11,2 hektar dengan gaya arsitektur yang unik dan modern. Kesan unik dari bangunan ini terletak pada desain kubah masjid yang unik seperti struktur daun dengan kombinasi warna hijau dan biru yang memberikan kesan sejuk dan segar, serta memiliki satu menara yang tingginya 99 meter.
Masjid Agung Al-Akbar terletak di Jalan Pagesangan, kecamatan Jambangan, Surabaya. Masjid ini dibangun pada 4 Agustus 1995 dan diresmikan pada tanggal 10 November 2000 oleh Presiden KH Abdurrahman Wahid.
Masjid ini menjadi ikon lain dari Surabaya yang berhubungan dengan situs wisata religi. Masjid Agung Al-Akbar berdiri di lahan seluas 11,2 hektar dengan luas bangunan 28.509 meter persegi, panjang 147 meter, dan lebar 128 meter. Masjid ini memiliki dua lantai dan dilengkapi dengan lift dan menara. Para pengunjung yang datang ke masjid dapat juga menikmati pemandangan kota Surabaya, Sidoarjo dan Bangkalan dari atas menara yang memiliki tinggi 99 meter. Pengunjung bisa masuk ke menara hanya dengan Rp. 3000 per orang.
Masjid ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti; kantor sekretariat, As-Shofa ruangan Al-Marwah yang memiliki luas 36 mx 42 m persegi dilengkapi dengan karpet panggung, sound system, AC, 3 spot wifi, 100 buah kursi, ruang ganti dan toilet dan dapat menampung 2000 undangan.
Kesan unik dari bangunan ini terletak pada desain dari kubah dengan struktur daun, dengan bangunan kombinasi antara warna biru dan hijau gelap yang memberikan kesan sejuk dan damai. Masjid ini memiliki bangunan utama dan dua bangunan lain yang dapat menembus langsung ke bangunan utama.
Eksterior masjid ini dihiasi dengan berbagai corak ukiran dan kaligrafi. Pintu masuk masjid ini terdiri dari 45 pintu utama, dan semuanya dibuat dari kayu jati berukir. Sementara, interior masjid ini dihiasi oleh ukiran hias dan kaligrafi yang sangat dominan menghiasi dinding masjid. Terdapat rak Alquran tersebar di seluruh masjid dan di bagian atas interior terdapat ornamen kaligrafi dengan panjang 180 meter dan lebar satu meter.
2.Masjid At-Tin - Jakarta
Di Urutan ke 2 Dari 10 Masjid Terindah Di Indonesia Terdapat Masjid At-Tin,Sejak pertama berdiri masjid ini di identikkan dengan mendiang ibu Negara Republik Indonesia Ibu Tien Soeharto, maklumlah karena memang nama masjid ini sama dengan nama populer beliau, meski demikian situs resmi Masjid Agung At-Tin dalam artikelnya sama sekali tidak menyangkutpautkan nama masjid ini dengan nama Ibu Tien Soeharto.
Meski memang berdirinya Masjid Agung At-Tin berikut Taman Mini Indonesia Indah tak bisa dilepaskan dari peran dan jasa beliau selama mendampingi Pak Harto sebagai presiden RI ke-2. Pengelolaan masjid ini juga berada di bawah Yayasan Ibu Tien Soeharto. Masjid At-Tin adalah satu di antara dua masjid megah di kawasan TMII.
Masjid lainnya adalah Masjid Diponegoro (TMII). Mulai dibangun pada bulan April 1997 dan dibuka secara resmi pada tanggal 26 November 1999. Masjid Agung At-Tin dibangun di atas lahan seluas 70 ribu meter persegi dan dirancang untuk dapat menampung hingga lebih dari 10 ribu jemaah dengan rincian 9000 jemaah di dalam masjid dan 1850 jemaah di selasar dan plaza.
Selain diinspirasi dari surah Al-Qur‘an, pemberian nama At-Tin sebenarnya juga merupakan upaya untuk mengenang jasa-jasa istri mantan Presiden Soeharto yang bernama Ibu Tien atau lengkapnya Hj. Fatimah Siti Hartinah Soeharto. Memang, pendirian Masjid At-Tin sejak awal merupakan usaha anak-cucu Presiden Soeharto untuk mengenang ibunda/nenek mereka.
Pendirian masjid ini terlaksana berkat bantuan Yayasan Ibu Tien Soeharto yang merupakan yayasan milik anak-keturunan Ibu Tien Soeharto. Oleh karenanya, nama At-Tin tentu dimaksudkan sebagai doa dan perwujudan rasa cinta yang tulus dari anak/cucu kepada ibunda/nenek mereka.
1.Masjid Kubah Emas Dian Al-Mahri - Depok
Di Urutan 1 Dari 10 Masjid Terindah Di Indonesia Terdapat Masjid Dian Al Mahri atau yang lebih dikenal dengan Masjid Kubah Emas berada di Jalan Maruyung raya, Kel. Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok. Masjid megah ini berkapasitas 20 ribu jemaah berdiri kokoh di atas lahan seluas 70 hektare. Masjid ini mulai dibangun April 1999 oleh seorang dermawan, pengusaha asal Banten bernama Hj Dian Juriah Maimun Al Rasyid, istri dari Drs H. Maimun Al Rasyid, yang membeli tanah kawasan ini sejak tahun 1996.
Rencananya, selain masjid, lahan ini akan dijadikan Islamic Centre. Nantinya akan ada lembaga dakwah, dan rumah tinggal. Semua bangunan tersebut merupakan bagian dari konsep pengembangan sebuah kawasan terpadu yang diberi nama Kawasan Islamic Center Dian Al-Mahri. Masjid Dian Al Mahri dibuka untuk umum pada tanggal 31 Desember 2006, bertepatan dengan Idul Adha 1427 H yang kedua kalinya pada tahun itu.
Pembangunannya sudah berlangsung sejak tahun 1999, namun baru dibuka untuk umum pada tanggal 31 Desember 2006. Setelah shalat Idul Adha, pemilik masjid langsung meresmikan masjid ini. Ada sekitar 5 ribu jemaah yang mengikuti prosesi peresmian masjid ini. Bangunan masjid memiliki luas area sebesar 60 x 120 meter atau sekitar 8.000 meter persegi. terdiri dari bangunan utama, mezamin, halaman dalam, selasar atas, selasar luar, ruang sepatu, dan ruang wudhu. Masjid mampu menampung 15 ribu jemaah shalat dan 20 ribu jemaah taklim.
Masjid ini merupakan salah satu di antara masjid-masjid termegah di Asia Tenggara. Masjid Dian Al Mahri memiliki 5 kubah. Satu kubah utama dan 4 kubah kecil. Seluruh kubah dilapisi emas setebal 2 sampai 3 milimeter dan mozaik kristal. Kubah utama bentuknya menyerupai kubah Taj Mahal. Kubah tersebut memiliki diameter bawah 16 meter, diameter tengah 20 meter, dan tinggi 25 meter. Sementara 4 kubah kecil lainnya memiliki diameter bawah 6 meter, tengah 7 meter, dan tinggi 8 meter. Relief hiasan di atas tempat imam terbuat dari emas 18 karat.
Begitu juga pagar di lantai dua dan hiasan kaligrafi di langit-langit masjid. Sedangkan mahkota pilar masjid yang berjumlah 168 buah berlapis bahan prado atau sisa emas. Ruang utama masjid memiliki ukuran 45×57 meter, dapat menampung sebanyak 8.000 jamaah. Masjid ini memiliki 6 minaret berbentuk segi enam yang tingginya masing-masing 40 meter. 6 minaret ini dibalut granit abu-abu dari itali dengan ornamen yang melingkar.
Pada puncak minaret terdapat kubah berlapis mozaik emas 24 karat. Kubah masjid ini mengacu kubah yang digunakan masjid-masjid Persia dan India. Lima kubah melambangkan rukun Islam, seluruhnya dibalut mozaik berlapis emas 24 karat yang materialnya diimpor dari Italia. Pada langit-langit kubah terdapat lukisan langit yang warnanya dapat berubah sesuai dengan warna langit pada waktu-waktu sholat dengan menggunakan teknologi tata cahaya yang diprogram dengan komputer. Interior masjid ini menampilkan pilar-pilar kokoh yang tinggi menjulang untuk menciptakan skala ruang yang agung.
Ruang masjid didominasi warna monokrom dengan unsur utama warna krem, untuk memberi karakter ruang yang tenang dan hangat. Materialnya terbuat dari bahan marmer yang diimpor dari Turki dan Italia. Di tengah ruang, tergantung lampu yang terbuat dari kuningan berlapis emas seberat 2,7 ton, yang dikerjakan oleh ahli dari Italia.
Luar Biasa ya sahabat NusaPedia Kemegahan 10 Masjid Terindah Di Indonesia Versi NusaPedia.Apakah Artikel 10 Masjid Terindah Di Indonesia Sudah Menambah Khasanah Wawasan Nusantara Anda mengenai #Keunikan Indonesia.Mari Kita Dukung Indonesia Untuk Menjadi Destinasi Wisata Dunia.
Gunung Pusuk Buhit : Menyusuri Rekam Jejak Peradaban Si Raja Batak
Gunung Pusuk Buhit - Pusuk Buhit - Sumatera Utara Banyak Menyimpan Wisata Religi Dan Wisata kebudayaan Yang Termaksur Hingga Ke Mancanegara,Mulai Dari Keindahan Alamnya,Sejarah dan Peninggalan sejarah menjadi Bukti Bahwa Sumatera Utara Layak Dijadikan Destinasi Wisata Terbaik Di Indonesia.Pada Kesempatan Ini TravelEsia Akan Memperkenalkan Salah Satu Kearifan Alam dan Budaya Yang Terdapat Di Sumatera Utara.
adalah sebuah gunung tinggi sisa dari letusan Gunung Toba Purba yang maha dahsyat. Letusan gunung ini tercatat sebagai yang paling besar sepanjang sejarah dunia. Tercatat sedikitnya 4 kali Gunung Toba Purba meletus untuk kapasitas yang cukup besar.
Masing-masing terjadi pada 800.000, 300.000, 75.000 dan 45.000 tahun lalu. Tiap kali ia meletus, memunculkan kaldera-kaldera baru. Letusan pertama menciptakan kaldera di wilayah selatan yakni Kaldera Porsea-Balige. Letusan kedua melahirkan kaldera di utara, yakni Kaldera Haranggaol. Letusan ketiga menimbulkan Kaldera Sibandang dengan Pulau Samosir. Letusan terakhir memunculkan Kaldera Bakkara dengan Pulau Simamora sebagai lubang magmanya.
Masing-masing terjadi pada 800.000, 300.000, 75.000 dan 45.000 tahun lalu. Tiap kali ia meletus, memunculkan kaldera-kaldera baru. Letusan pertama menciptakan kaldera di wilayah selatan yakni Kaldera Porsea-Balige. Letusan kedua melahirkan kaldera di utara, yakni Kaldera Haranggaol. Letusan ketiga menimbulkan Kaldera Sibandang dengan Pulau Samosir. Letusan terakhir memunculkan Kaldera Bakkara dengan Pulau Simamora sebagai lubang magmanya.
Umumnya orang Batak percaya kalau Siraja Batak diturunkan langsung di Gunung Pusuk Buhit, sebuah bekas gunung vulkanis dekat Pangururan (ibukota Kabupaten Samosir). Siraja Batak kemudian membangun perkampungan di salah satu lembah gunung tersebut dengan nama Sianjur Mula-mula Sianjur Mula Tompa yang masih dapat dikunjungi sampai saat ini sebagai model perkampungan pertama. Letak perkampungan itu berada di garis lingkar Gunung Pusuk Buhit ,. di lembah Sagala dan Limbong Mulana. Ada dua arah jalan daratan menuju Gunung Pusuk Buhit. Satu dari arah Tomok (bagian Timur) dan satu lagi dari dataran tinggi Tele.
Tidak heran jika masyarakat Batak menaruh hormat pada tokoh ini.Sungguh suatu pengalaman yang berharga mendengar, melihat dan sudah pernah menginjakkan kaki di Dolon Na Timbo Gunung Pusuk Buhit tentang sejarah Raja Batak bermula di puncak Gunung Pusuk Buhit.
si Raja Batak diperkirakan hidup pada tahun 1200 (awal abad ke13) Raja Sisingamangaraja keXII diperkirakan keturunan siRaja Batak generasi ke19 yg wafat pada tahun 1907 dan anaknya si Raja Buntal adalah generasi ke 20.Dari temuan diatas bisa diambil kesimpulan bahwa kemungkinan besar leluhur dari siRaja batak adalah seorang pejabat atau pejuang kerajaan Sriwijaya yg berkedudukan di Barus
Akibat dari penyerangan kerajaan Cole ini maka diperkirakan leluhur siRaja Batak dan rombonganya terdesak hingga ke daerah Portibi sebelah selatan Danau Toba dan dari sinilah kemungkinan yg dinamakan siRaja Batak mulai memegang tampuk pemimpin perang.siRaja Batak memperluas daerah kekuasaan perangnya sampai mancakup daerah sekitar Danau Toba,Simalungun,Tanah Karo,Dairi sampai sebahagian Aceh dan memindahkan pusat kekuasaanya di daerah Portibi disebelah selatan Danau Toba.
Mengapa Saya Harus Kesana ?
Daya mistis Gunung Pusuk Buhit, gunung keramat di Kabupaten Samosir dengan ketinggian kira-kira 1.900 meter di atas permukaan laut, telah melegenda ke seantero dunia. Konon di kaki gunung inilah, tepatnya di Parik Sabungan, Desa Sariman Rihit, Kecamatan Sianjur Mulamula, orang Batak pertama berkampung dan berketurunan.
Penganut agama-agama mutakhir, khususnya agama langit seperti Kristen dan Islam, mungkin akan sangat sulit menerima keberadaan Mulajadi Nabolon dan "nabi"-Nya di Tanah Batak, Raja Uti. Namun, sebaliknya, pemeluk agama bumi seperti Hindu, Taoisme, Zoroasterisme, dan Parmalim tampaknya akan lebih mudah "mengamininya", karena religi-religi tersebut lebih terbuka menakrifkan sosok Sang Khalik.
Menyebut Samosir maka tidak bisa lepas dari Gunung Gunung Pusuk Buhit. Bagaimana tidak, Gunung Gunung Pusuk Buhit yang terletak dalam wilayah Pemerintahan Kabupaten Samosir itu dipercayai memiliki nilai sakral bagi penduduk setempat. Gunung ini memiliki ketinggian berkisar 1.800 di atas permukaan laut (dpl) dan merupakan Gunung Pusuk Buhit dipercaya sebagai kawasan sakral budaya Batak. Hal ini tidak sekadar legenda, namun Si Raja Batak telah menjadi nenek moyang seluruh orang Batak yang tergambar dalam Tarombo Batak (silsilah Batak yang hingga kini menjadi pegangan urut-urutan keturunan Si Raja Batak hingga generasi saat ini).
Tata urutan ini menjadi pedoman dalam tata upacara adat dan budaya masyarakat Batak di manapun berada. Umumnya, orang Batak percaya jika Si Raja Batak diturunkan langsung di Gunung Gunung Pusuk Buhit dan kemudian membangun perkampungan pertama “Sianjur Mula-mula, Sianjur Mula Tompa”.
Letak perkampungan tersebut berada di garis lingkar Pusuk Buhit, di lembah Sagala dan Limbong Mulana.
Ketika memasuki daerah Limbong, kita dapat singgah sejenak di Objek Wisata Aek Sipitu Dai (Sumur Tujuh Rasa) yang terletak di Desa Aek Sipitu Dai Kecamatan Sianjur Mula-mula.Uniknya, air ini memiliki rasa yang berbeda-beda dan memiliki sebutan tersendiri.
Mata air yang pertama disebut Aek Poso (air bayi), Mata air kedua disebut Aek Ni Naho (wanita uzur/mandul), mata air yang ketiga, Aek Boru Na Gabe (wanita subur), Mata air keempat, Aek Sibaso (dukun beranak/tabib wanita), mata air kelima, Aek Pangulu (laki-laki yang sudah tua), mata air keenam, Aek Doli (pemuda). Dan, mata air yang ketujuh adalah Aek Hela (menantu laki-laki).
Mata air yang pertama disebut Aek Poso (air bayi), Mata air kedua disebut Aek Ni Naho (wanita uzur/mandul), mata air yang ketiga, Aek Boru Na Gabe (wanita subur), Mata air keempat, Aek Sibaso (dukun beranak/tabib wanita), mata air kelima, Aek Pangulu (laki-laki yang sudah tua), mata air keenam, Aek Doli (pemuda). Dan, mata air yang ketujuh adalah Aek Hela (menantu laki-laki).
Batu Hobon, Batu yang Tak dapat Dipecahkan
Puas menikmati air di Aek Sipitu Dai, perjalanan dapat kita lanjutkan menuju Batu Hobon. Batu ini merupakan peninggalan Si Raja Batak dan konon merupakan lokasi penyimpanan harta Si Raja Batak.
Di seberang Batu Hobon, atau tepatnya di lereng Gunung Pusuk Buhit, terdapat Sopo (rumah) Guru Tatea Bulan, serta perkampungan Si Raja Batak. Bentuk rumahnya memiliki desain dengan ciri yang unik, khas rumah Batak. Bila kita hendak masuk ke dalam, kita diwajibkan untuk melepas alas kaki.
Sementara dari perbukitan yang lebih tinggi, terdapat perkampungan Si Raja Batak “Sigulanti”.
Di perkampungan tersebut terdapat cagar budaya berupa miniatur Rumah Si Raja Batak. Rumah semi tradisional Batak. Rumah ini merupakan rumah panggung yang terbuat dari kayu dan tanpa paku yang dilengkapi atap dan tangga. Lokasi perkampungan tersebut kira-kira 500 meter dari jalan raya (Batu Hobon). Dan, untuk pembangunan Geopark Toba, lokasi ini dipilih sebagai etalase (pusat informasi).Selesai melihat-lihat perkampungan Si Raja Batak, perjalanan dapat dilanjutkan dengan menuruni lereng Gunung Pusuk Buhit menuju Desa Sianjur Mula-Mula. Di sepanjang jalan, mata akan dimanjakan dengan keindahan alam yang luar biasa seperti hijaunya hamparan sawah serta bukit barisan dan birunya air Danau Toba.
Berendam Air Panas di Aek Rangat
Dari Desa Sianjur Mula-Mula, perjalanan dapat dilanjutkan menuju Aek Rangat. Di tengah perjalanan akan terlihat dengan jelas Pulau Tulas yang berada di antara bukit barisan dan Pulau Samosir. Sebuah pulau kecil yang tidak berpenghuni yang hanya ditumbuhi pohon dan semak belukar.
Aek Rangat berada di kaki Gunung Pusuk Buhit, Kelurahan Siogung-Ogung Kecamatan Pangururan. Di Aek Rangat ini kita dapat memanjakan diri dengan berendam air panas. Aek Rangat merupakan air belerang yang konon menurut cerita mampu menyembuhkan penyakit kulit seperti kudis, kurap. Sumber air panas ini juga mampu digunakan memasak telur tanpa bantuan api. Caranya hanya dengan mencelupkan ke dalam air belerang tersebut. Nah..!! Putuskan sekarang untuk segera mengunjungi alam indah penuh sejarah Kabupaten Samosir. (*)
Masing-masing rupa dan penyebutan itu didasarkan atas fungsi dan ketokohannya di dalam spirtualitas masyarakat Batak.
Air Pancur 7 Rasa 7 Nama
Desa Aek Sipitu Dai, Limbong, yang berada di kaki Pusuk Buhit menjadi begitu terkenal karena di sini terdapat sumber mata air yang cukup unik. Mata air berupa 7 pancuran ini, berasal dari resapan air di kaki Pusuk Buhit yang tersaring oleh sebatang Hariara (beringin). Meski bersumber dari satu mata air, namun ia memiliki 7 rasa, yang keluar dengan deras dari 7 pancuran itu. Ke-7 rasa itu yakni, masam, pekat, asin, tawar, kelat, kesat, pahit. Tidak hanya rasanya saja. Masing-masing pancur juga memiliki nama yang mempunyai pengertian tertentu. Ke- 7 nama itu ialah; Pansuran ni dakdanak yaitu tempat mandi bayi yang masih belum ada giginya. Pancuran ni sibaso yaitu tempat mandi para ibu yang telah tua, yaitu yang tidak melahirkan lagi. Pansuran ni ina-ina yaitu tempat mandi para ibu yang masih dapat melahirkan. Pansur ni namarbaju yaitu tempat mandi gadis-gadis. Pansur ni pangulu yaitu tempat mandi para raja-raja. Pansur ni doli yaitu tempat mandi para lelaki. Pansur Hela yaitu tempat mandi para menantu laki-laki yaitu semua marga yang mengawini putri marga Limbong.
7 Batu Sakral
Di Pusuk Buhit juga setidaknya terdapat 7 batu yang disakralkan. Pensakralan itu sebenarnya bukan terletak pada batu-batu itu, namun kisah yang ada di baliknya. Ke-7 batu tersebut, masih berkaitan dengan kisah-kisah Raja Uti, yang teramat disakralkan itu.
Ketujuh batu itu antara lain;
Batu Cawan.
Batu ini berbentuk cawan yang diameternya kira-kira 4 meter. Batu ini berada di salah satu sisi Pusuk Buhit. Batu ini berisi air yang tercurah dari atasnya. Bentuknya mirip telaga.
Uniknya rasa air di batu itu, sangat masam, seperti perasan jeruk purut. Permukaannya air pun berminyak dan berwarna kuning kehijauan.
Konon batu cawan adalah tempat mandi Raja Uti. Batu ini termasuk yang paling disakralkan di antaranya situs batu lainnya di Pusuk Buhit.
Uniknya rasa air di batu itu, sangat masam, seperti perasan jeruk purut. Permukaannya air pun berminyak dan berwarna kuning kehijauan.
Konon batu cawan adalah tempat mandi Raja Uti. Batu ini termasuk yang paling disakralkan di antaranya situs batu lainnya di Pusuk Buhit.
Batu Losung
Batu ini diciptakan oleh Raja Tatea Bulan, bapak Raja Uti. Batu Losung adalah tempat menumbuk padi yang sehari-harinya dikerjakan oleh Boru Sipasu Bolon, istri Oppung Raja Tatea Bulan, untuk makanan Raja Uti.
Batu Ini Termasuk batu yang di keramatkan dalam suku batak.Masyarakat Suku Batak kerap mengunjungi lokasi ini untuk melihat dan mengenal lebih jauh asal muasal si raja batak.Tidak hanya masyarakat lokal,turis mancanegara kerap melakukan kunjungan ke daerah ini
Batu Ini Termasuk batu yang di keramatkan dalam suku batak.Masyarakat Suku Batak kerap mengunjungi lokasi ini untuk melihat dan mengenal lebih jauh asal muasal si raja batak.Tidak hanya masyarakat lokal,turis mancanegara kerap melakukan kunjungan ke daerah ini
Batu Sondi.
Disebut juga Liang Raja Uti. Di sinilah tempat Raja Uti menatap karena tubuhnya tidak memiliki kaki, dan tangan. Konon sewaktu Raja Uti lahir, bentuknya sekedar gumpalan daging. Tetapi kemudian disempurnakan berkat doa dan meditasi yang ia lakukan selama bertahun-tahun.Ini Hanya Sepenggal Sejarah bangsa batak yang menyimpan keunikan dan keragaman marga yang berbeda namun memiliki ikatan dalihan natolu yang menggambarkan persamaan dan persaudaraan masyarakat batak.Ini yang menjadikan bangsa batak Begitu kuat dalam peradatan,bila masyarakat batak bertemu,hanya butuh 5 menit untuk saling "bertutur" dan Saling Mengenal
Batu Lobang di Tala-tala
Adalah sebuah batu berlubang yang merupakan tempat Si Raja Uti menghabiskan sebagian waktunya untuk berdoa memohon kesempurnaan dari Sang Pencipta. Batu itu terletak di salah satu sudut di kawasan Tala-tala. Tala-tala sendiri adalah sebuah tempat terbuka, kira-kira 600 meter sebelum puncak. Sebuah areal luas, yang ditumbuhi perdu-perduan. Dulunya tempat ini tergenang oleh air, sehingga menyerupai danau. Ada juga menyebut Tala-tala merupakan salah satu kawah tertua sisa letusan Gunung Pusuk Buhit (Gunung Toba Purba). Tekstur tanahnya longgar sehingga ambruk. Sering terdengar ada pendaki maupun ternak yang hilang di situ, mungkin karena terjerumus ke dalam tanah.
Batu Partonggoan
Tempat khusus meditasi Raja Uti dan berdoa kepada Mulajadi Nabolon (Pencipta). Tempat ini sangat dihormati oleh masyarakat Batak, sehingga jarang sekali dikunjungi.
Batu Hobon
Adalah sebuah batu lubang yang tertutup, berbentuk peti. Lokasinya berada di kaki Gunung Pusuk Buhit. Konon di batu inilah pusaka-pusaka Si Raja Batak berada. Pusaka ini tidak diturunkan kepada anak-anaknya, karena adanya perselisihan di antara mereka. Beberapa tahun terakhir, komunitas marga tertentu rutin menggelar pesta budaya-spiritual di tempat ini. Tujuannya agar batu ini terbuka. Diyakini, batu ini akan terbuka jika seluruh masyarakat Batak yang mewakili marga-marga dari seluruh dunia berkumpul dan menggelar pesta di batu ini, selama 7 kali berturut-turut, setidaknya setiap tahunnya.
Batu Parhusipan
Adalah sepasang batu kembar di dekat Batu Hobon. Konon sepasang batu ini memiliki kisah yang menyakut cerita Si Boru Pareme, adik perempuan yang paling dikasihi Raja Uti.
Tidak Hanya itu,7 Lapis Bukit 7 Jam Perjalanan
Untuk sampai ke puncak Pusuk Buhit, khususnya jika melalui jalur dari desa Limbong, kita akan melewati 7 bukit.
Gunung Pusuk Buhit memang terdiri atas berlapis-lapis bukit. Melewati bukit satu persatu, adakalanya semakin menjauhkan kita dari puncak yang sebenarnya. Hal ini disebabkan luasnya diameter gunung ini, serta rute pendakian yang melingkar, sehingga di satu titik kita menjauh dari puncak.
Seringkali para pendaki putus asa karena merasa telah mencapai puncak. Padahal puncak yang sebenarnya justru masih sangat jauh. Tidak heran, jika banyak pula kelompok pendaki yang tersesat baik dikarenakan kabut yang turun mendadak maupun keletihan. Para pendaki amatir, biasanya menghabiskan waktu kurang lebih 7 jam untuk sampai ke puncak.
7 Rupa Raja Uti
Dalam kosmologi Batak (Toba) Raja Uti, yakni cucu dari Si Raja Batak, mendapat tempat terpenting dalam spiritual orang Batak. Ia merupakan pengantara manusia dengan Mulajadi Nabolon (Sang Pencipta).
Raja Uti dianggap sebagai peletak dasar hukum dan aturan masyarakat Batak. Ia dikenal sakti dan hidup abadi. Raja Uti menjadi pusat spiritual bagi masyarakat Batak.
Konon Sisangamangaraja I-XII memperoleh kesaktian itu dari beliau.
Raja Uti dianggap sebagai peletak dasar hukum dan aturan masyarakat Batak. Ia dikenal sakti dan hidup abadi. Raja Uti menjadi pusat spiritual bagi masyarakat Batak.
Konon Sisangamangaraja I-XII memperoleh kesaktian itu dari beliau.
Bagaimana Cara Saya Kesana ?
Gunung ini tidak terlihat jelas dari Tomok atau Ambarita karena terhalang oleh perbukitan Pulau Samosir. Namun dari sisi barat seperti Tele atau Pangururan, Gunung Pusuk Buhit ini terlihat sangat jelas. Tempat terbaik untuk mengamati Gunung Pusuk Buhit ini jelas berada di Menara Pandang Tele. Wisatawan bisa melakukan kegiatan wisata di gunung ini karena gunung ini memang populer sebagai tujuan pendakian.
Untuk anda yang Tidak berminat melakukan pendakian, bisa berkunjung ke beberapa tempat wisata sejarah yang dipercaya berkaitan dengan asal muasal Suku Batak seperti Batu Sawan (Air terjun rasa jeruk purut dengan batu berbentuk cawan besar), Aek Sipitu Dai (pancuran dengan tujuh macam rasa air), Batu Hobon (Batu berdiameter 1 meter dan bagian bawahnya berongga), dan Sopo Guru Tatea Bulan (rumah kediaman Guru Tatea Bulan, anak Siraja Batak).
Gunung Pusuk Buhit ini merupakan gunung berapi aktif yang memang merupakan sisa-sisa letusan dari supervolcano Gunung Toba yang meletus dashyat puluhan ribu tahun yang lalu. Sisa keaktifan gunung ini masih bisa dilihat di jejak Aek Rengat, sumber mata air panas yang ada di kaki gunung Pusuk Buhit.
Dari Medan Sahabat TravelEsia menuju ke daerah Pangururan yang letaknya tepat di bawah kaki Gunung Pusuk Buhit. Dari Medan kita bisa menggunakan transportasi umum yaitu travel-travel yang berada di daerah Padang Bulan. Sahabat TravelEsia dapat menemukan berbagai Bus Antar Kota yang memiliki trayek Medan - Pangururan dengan ongkos sekitar Rp 65.000. Sahabat TravelEsia Perlu ketahui bahwa Pulau Samosir itu bukanlah pulau sebenarnya. Jadi kita bisa menuju pulau samosir itu tidak hanya dengan menaiki kapal Feri (Melalu Danau Toba Parapat) tapi Sahabat TravelEsia bisa juga dengan melewati jalur darat yakni melewati daerah Tele.
Untuk mencapai puncak bukit tersebut, pengunjung bisa menggunakan bus roda empat maupun kenderaan roda dua. Namun bus yang dipergunakan tidak bisa sampai di puncak sehingga harus berjalan kaki berkisar 500 meter dari titik akhir parkir kenderaan yang berada di Desa Huta Ginjang, Kecamatan Sianjur Mula-Mula. Namun demikian sikap waspada harus tetap dipasang, karena memang jalan yang berkelok-kelok tersebut di kanan dan kirinya selalu ada jurang yang terjal. Selain itu sebelum menuju Pusuk Bukit, dari kawasan Pangururan pengunjung bisa menikmati secara utuh pemandangan bukit dengan latar depan air Danau Toba.
Sementara itu, satu paket dengan perjalan menuju ke puncak Pusuk Buhit pengunjung juga bisa menikmati apa yang disebut dengan sumur tujuh rasa. Disebut sumur tujuh rasa karena memang sumur ini memiliki tujuh pancuran yang memiliki rasa air yang berbeda-beda. Bagi masyarakat sekitar Sumur Tujuh Rasa tersebut sehari-harinya dipergunakan sebagai sumber utama air bersih. Sehingga tidak mengherankan kalau wisatawan datang, banyak masyarakat yang menggunakan air yang berada di sana.
Sumur Tujuh Rasa sebenarnya berada di Desa Sipitudai satu kecamatan dengan perbukitan Pusuk Buhit yaitu Sianjur Mula-Mula. Kalau kita mencoba untuk merasakan ketujuh air mancur yang ada, maka dari sumber air mancur itu akan kita rasakan air yang terasa: asin, tawar, asam, kesat serta rasa yang lainnya. Sementara berdasarkan keterangan masyarakat setempat, sumber air yang mancur itu keluar dari mata air yang berada di bawah Pohon Beringin. Memang di bawah lokasi Sumut Tujuh Tersebut tumbuh besar pohon beringin yang sangat rindang dan membuat teduh sekitar lokasi sumur.
Keberadaan Sumur Tujuh Rasa ini sebenarnya sudah lama seiring dengan keberadaan masyarakat perkampungan Sipitudai. Masyarakat sekitar mempercayai kalau keberadaan sumur ini tidak terlepas dari cerita raja Batak yang berada di lokasi tersebut. Kalau cerita muncur ke belakang, maka masyarakat menyebutkan bahwa dulu diperkampungan ini ada kerajaan. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, mandi serta lainnya mereka mengandalkan sumber air ini.
Setelah bergerak menyusuri jalanan yang ada berkisar,maka wisatawan yang berkunjung akan menemukan satu lokasi yang keramat yang disebut lokasi Batu Hobon, Sopo Guru Tatean Bulan atau Rumah Guru Tatea Bulan serta perkampungan Siraja Batak yang lokasinya tidak berjauhan. Dan bila kita tarik garis lurus, maka posisi ketiga lokasi yang masih dianggap keramat ini persis lurus dari satu perbukitan ke perbukitan yang berada di bawahnya. Ketika berada di Sopo Guru Tatea Bulan akan ditemukan patung-patung Siraja Batak dengan keturunannya.
Di rumah dengan desain khas masyarakat batak ini juga akan ditemukan patung-patung sebagai penjaga rumah seperti gajah, macan, kuda. Sementara rumah yang berdiri di atas bukit ini didesain dari kayu dan tangga dari batu tetapi atapnya tetap terbuat dari ijuk. Namun yang lebih penting lagi adalah ketika ingin masuk dan memperhatikan lebih detail lagi seluk rumah ini, maka Anda harus melepaskan sandal maupun sepatu. Secara lebih detail di Sopo Guru Tatea Bulan akan kita temukan patung-patung keturunan Siraja Batak, seperti Patung 1.000 raja sepasang dengan istrinya, Patung keturunan Limbong Mulana, Patung Segala Raja serta Patung Silau Raja.
Berdasarkan kepercayaan masyarakat Batak marga-marga yang ada sekarang ini berasal dari keturunan Siraja Batak. Selain itu keberadaan rumah ini juga telah diresmikan oleh DewanPengurus Pusat Punguan Pomparan Guru Tate Bulan tahun 1995 yang lalu. Artinya ketika kita berada di sana akan ditemukan juga penjaga yang akan menjelaskan keberadaan patung yang berada di Sopo Guru Tatea Bulan serta sejarah ringkasnya.
Sejalan dengan legenda itu, pengunjung juga akan menikmati Batu Hobo yang konon menurut cerita merupakan lokasi yang dijadikan penyimpanan harta oleh Siraja Batak. Batu ini berada perbukitan yang lebih rendah lagi dari Sopo Guru Tatea Bulan berdekatan dengan perkampungan masyarakat. berdasarkan sejarah Batu Hobon ini tidak bisa dipecahkan, tetapi kalau dipukul seperti ada ruangan di bawahnya. Namun sampai sekarang tidak bisa dibuka walaupun dilakukan dengan peledakan mortir. Selanjutnya untuk melengkapkan referensi tentang sejarah Sopo Guru Tatea Bulan, maka akan ditemukan perkampungan Siraja Batak. Lokasi perkampungan ini berada di perbukitan yang berada di atasnya dengan jarak yang tidak terlalu jauh sekali berkisar 500 meter.
Untuk kelengkapan perjalanan menuju Pusuk Buhit setidaknya harus berhenti sejenak di atas perbukitan yang berada di Desa Huta Ginjang. Mengapa? Karena dari lokasi ini akan terlihat jelas Pulau Tulas yang berdampingan dengan Pulau Samosir. Pulau Tulas itu sendiri tidak memiliki penghuni tetapi ditumbuhi dengan semak belukar dan hidup berbagai hewan liar lainnya.
Sudah lengkapkah perjalanan wisata kita! Tentulah belum, sebab untuk mengakhirinya kita harus berada di puncak Pusuk Buhit. Setidaknya untuk mendapatkan dan merasakan semilir angin sejuk di puncaknya sambil memandang panorama Danau Toba sesungguhnya. Sedangkan untuk menghilangkan keletihan dan mengambil semangat baru, pengunjung bisa menikmati air hangat setelah turun persis berada di kakai Pusuk Buhit bernama pemandian Aek Rangat yang berada di Desa Sihobung Hobungi. Setidaknya rasa lela dan semangat baru kembali datang.
Bagaimana Dengan Akomodasinya ?
Pusuk Buhit Berada Di Daerah Yang jauh Dari Pemukiman,Biasanya Wisatawan Yang Datang Hanya Sekedar Berkunjung Dan Melihat Keindahan Sejarah Dan Pesona Danau Toba Dari Puncak Pusuk Bukit.Setelah Menjelajahi Keindahan Pusuk Buhit,Biasanya Wisatawan Kembali Ke Wilayah Pangururan atau Ke Pulau Samosir Yang Memiliki Akomodasi Yang jauh Lebih lengkap
Kapan Sebaiknya Saya Kesana ?
Gunung Pusuk Buhit Memiliki Iklim bertipe Monsoon yang dipengaruhi oleh angin timur yang kering. Curah hujan berkisar antara 900-1.600 mm/tahun dan suhu udara antara 27° - 30° C dengan bulan kering per tahun rata-rata 9 bulan. Antara bulan Agustus hingga Desember bertiup angin cukup kencang dari arah Selatan.
Musim hujan pada bulan september-desemver, sedangkan musim kemarau pada bulan januari - agustus dengan curah hujan tertinggi pada bulan November - Desember
Namun secara faktual, perkiraan tersebut sering berubah sesuai dengan kondisi global yang mempengaruhi.Saat terbaik untuk mengunjungi Gunung Pusuk Buhit Ini Adalah januari - agustus
Know Before You Go
- Sangat bijak bila Anda selalu menyediakan air untuk diminum dalam kemasan yang mudah dibawa.
- Krim pelindung atau tabir surya hendaknya selalu dibawa dan dipakai sesuai kebutuhan karena di daerah ini udara sangat panas walau angin berhembus cukup menyegarkan.
- Anda perlu juga membawa pelindung anti nyamuk.
- b.Tidak ada ATM di sekitar Gunung Pusuk Buhit jadi siapkan uang tunai sebelum mengunjungi Gunung Pusuk Buhit ini. Sangat disarankan untuk menyimpan uang Anda di tempat yang aman, terutama saat berada di sekitar Terminal Brastagi Dan Terminal Kabanjahe.
- c.Telekomunikasi terbatas untuk provider Seluler. Anda dapat mengisi pulsa di desa pangururan
- Pendaki pemula dianjurkan lebih berhati-hati untuk keselamatan.
- Kondisi Udara Yang Sangat Dingin Bisa Mencapai 16 Derejat Celcius.jadi anda disarankan bawalah tenda,sleaping bad dan sarung tangan yang tebal guna terhindar dari penyakit ketinggian.Kedinginan Udara di gunung ini bukan karena ketinggiannya,namun vegetasi hutan perawan dan ekosistem hutan yang tidak terjamah membuat kondisi cuaca disini menjadi begitu dingin
Jadi Bagaimana Sahabat TravelEsia,Apakah Anda tertarik Untuk Menjelajahi Kembali Sejarah Si Raja Batak.jika anda mengunjungi sumatera utara jadikanlah Gunung Pusuk Buhit Danau Toba,Bukit Lawang,Tangkahan dan Gunung Sibuatan Sebagai Destinasi Wisata Anda.mari kita dukung indonesia sebagai destinasi wisata dunia
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)



















































